I Gede Gunada Eka Atmaja: Pelajaran Hidup Semua Dimulai dari Seni

Pada malam hari yang sejuk-segar ditabur hujan deras, sosok Gede Gunada terlihat tenang sambil hadir di acara pembukaan pameran lukisan Bali Artists’ Camp di Lodtunduh, Ubud, Bali.  Seniman asal Karangasem, Bali ini sudah mulai melukis sejak kecil, dan dari hobi itu Gede telah mendapat banyak pelajaran dan pengalaman hidup yang berharga. Sebagai salah satu peserta Bali Artists’ Camp yang diadakan di dua lokasi, yaitu Northern Territory pada tahun 2015, Australia dan Karangasem, Bali pada tahun 2016, pelajaran hidup Gede Gunada justru menambah. Bersama dengan delapan seniman lainnya asal Australia, Jepang dan Indonesia, pada tahun 2015 Gede dikirim ke Australia untuk mengalami pemandangan alam dan suasana baru, meraih ilmu sambil berkolaborasi dengan seniman pribumi Australia. Bagaimana kisah seniman sederhana ini saat dia berkarya di tengah gurun Australia?

IMG_9684

 “Bali Artists’ Camp adalah sebuah pengalaman yang sangat berpengaruh bagi saya,” kata Gede. “Di Australia, saya sebenarnya merasa seperti kita kembali ke Bali yang masa lalu, berkarya di alam lepas, dikelilingi tanah luas dan banyak binatang liar,” imbuhnya. Dengan dukungan pemerintah Northern Territory, kelompok seniman diajak berkiling alam lepas Australia untuk mencari inspirasi. Pada malam hari, mereka berkemah di padang gurun dan di situlah mereka melukis, terinspirasi oleh kenangan yang dibawa dari jalan siang hari.

Melihat hasil yang menjanjikan dari Bali Artists’ Camp 2015, pada tahun 2016, Gede diundang kembali untuk berpartisipasi dalam Camp tersebut yang kali ini diadakan di Karangasem, di sebuah lokasi dekat desa asal dia. Dalam bayangan Gunung Agung, diiringi kehijauan hutan lebat, pasukan seniman berbeda negara ini mulai bergerak, mencuri pemandangan alam sehingga membuahkan hasil lukisan masing-masing. Dalam suasana pagi yang mendung, Gede bekerja cepat dan dalam 2 jam sudah berhasil menerjemahkan pemandangan Gunung Batur ke dalam bentuk lukisan akrilik.

Gede Gunada merupakan seniman yang sudah mulai aktif sejak kecil. “Sayang sekali hasil gambar saya waktu kecil tidak ada karena semuanya saya lakukan dengan coret-coret di tanah atau di tembok,” kata Gede. “Saya memang fokus melukis dari sekolah dan semua pelajaran saya mulai dari kegiatan seni. Misalnya, saat hendak melukis tubuh manusia, kita harus belajar anatomi,” imbuhnya. Untuk Gede, dunia seni adalah dunia bermain, bermain perasaan dan keterampilan dengan media. “Dari bentuk, warna, garis dan media, saya bisa mengekspresikan diri. Kita bisa melukis saat marah, bahagia atau sedih,” ujarnya. Untuk Gede, seni merupakan salah satu jalur untuk belajar, memperluas wawasan, berkomunikasi dengan alam dan juga bersosialisasi. Bali Artists’ Camp menjadi kesempatan yang sangat patut untuk seniman seperti Gede Gunada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s