Ternyata, Wayang Kulit Juga Digemari Rakyat Australia

15780908_10155770020322575_8617545914975231093_nWalaupun sudah tinggal di Australia lebih dari 10 tahun, niat Agustinus Jogiono untuk melestarikan budaya Indonesia di luar negeri tidak pernah habis. Pada akhir tahun 2016, pria asal kota Jogjakarta itu memberanikan diri untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Australia dalam bentuk pentas wayang kulit perdana di Woodford Folk Festival, salah satu festival kebudayaan rakyat terbesar di Australia. Ternyata, minat masyarakat Australia terhadap seni tradisional Jawa ini cukup tinggi sampai pertunjukan wayang kulit di Woodford dikerumuni para penonton. Bagaimana proses persiapan dan pengalaman saat Agustinus membawakan pentas seni budaya Indonesia di Australia?

Dengan giat sendiri, Agustinus mulai proses persiapan dengan mengumpulkan koleksi wayang terbuat dari kardus yang dia beli dulu di Jogjakarta sambil membentuk sebuah cerita yang akan dibawakan. “Cerita atau lakon yang saya pilih bersumber dari cerita Ramayana,” kata Agustinus yang akrab disapa Yogi. Karena itu, untuk melengkapi koleksinya yang masih cukup sederhana, Yogi harus membuat dan melukis sendiri beberapa tokoh wayang tambahan termasuk Dewi Sinta, Jatayu, dan Sarpakenaka. Tidak berhenti di situ, Yogi juga membuat peralatan busur panah dan anak panahnya, pedang, gunungan dan bahkan bingkai untuk menggantung kain geber.

Untuk musik pengiring pertunjukannya, Yogi berkolaborasi dengan dua seniman Indonesia asal Sunda yang tinggal di Australia, yaitu Efiq Zulfiqar dan Efendi Jaenudin. “Musik atau gamelan yang mengiringi memang bercorak musik Sunda dengan menggunakan siter, rebab, kendang, gong, saron, dan seruling,” kata Yogi. “Cukup Indah perpaduan music Sunda dan pewayangan gaya Jawa-Jogjakarta. Berkolaborasi dengan seniman lain sangat menyenangkan karena satu sama lain mau belajar dan mengajari,” imbuhnya.

15826769_10155770017662575_5113941832421333830_n

Setelah latihan berbulan-bulan, akhirnya mereka memulai perjalanan ke Woodford. Woodford Folk Festival merupakan salah satu tempat bagi para seniman, musisi dan penari untuk berbagi beberapa jenis kesenian dengan para penonton dari berbagai latar belakang dalam beberapa tatacara. “Pengunjung yang hadir bisa untuk mengeksplore semua kegiatan yang ada seperti seni, kuliner serta cinderamata,” kata Yogi. “Yang hadir adalah orang-orang lokal maupun internasional yang datang untuk melihat dan menikmati kegiatan yang ada,” imbuhnya.

Di sana, pentas wayang kulit bernuasa Sunda itu ternyata diterima baik oleh para penonton. “Pengalaman pentas pertama sangat menyenangkan. Kami pentas tiga kali dalam tiga hari yaitu tanggal 28, 29 dan 30 Desember dengan durasi pentas 30-45 menit,” jelasnya. Menurut Yogi, respon dari penonton sangat bagus dan antusias. “Hal itu bisa diketahui sebelum pertunjukan mulai. Kursi sudah terisi penuh. Para penonton bertanya dan mendekat untuk melihat secara detail apa itu wayang, bentuk dan warnanya,” jelasnya.

Menurut Yogi, tujuannya dalam pentas wayang kulit adalah untuk melestarikan budaya Indonesia di luar negeri sambil menghibur orang lain. “Sumber motivasi saya berasal dari kesenangan untuk berkesenian. Saya senang karena bisa mempromosikan media wayang. Apalagi di Brisbane, selama tinggal di sini jarang kami bisa melihat pertunjukan wayang,” katanya. “Saya harap seni budaya Indonesia, khususnya dalam hal ini Jawa bisa dikenal oleh masyarakat luas di Australia,” imbuhnya.

Walaupun Yogi tidak pernah belajar seni pedalangan secara akademik, karena sejak kecil sudah senang melihat wayang, bisa mulai menangkap dasar dan pengetahuan dari situ. “Selalu ada rasa senang d­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­an tertarik kalau melihat pertunjukan wayang. Nah, disitu saya belajar!” kata Yogi. “Kebetulan dimana saya bekerja, ada bangunan yang dinamai Balai Budaya, disitu ada seperangkat gamelan dan wayang yang bisa untuk berlatih,” imbuhnya.

Advertisements

4 thoughts on “Ternyata, Wayang Kulit Juga Digemari Rakyat Australia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s